3. Caption Lucu Bahasa Jawa tentang Cinta
3. Caption Lucu Bahasa Jawa tentang Cinta
Source : plus.kapanlagi.com
(credit: unsplash)
Selama ini, cinta mungkin identik dengan hal-hal romantis. Namun ternyata, dari sudut pandang lain cinta juga seringkali menyimpan kelucuan-kelucuan yang bisa mengundang tawa. Berikut beberapa caption lucu bahasa Jawa tentang cinta.
29. "Kui mantan opo pahlawan? Kok dikenang wae?" (Itu mantan atau pahlawan? Kok kamu kenang terus?)
30. "Wis ta titeni, wong wedok sing ayu kui mesti wis ono sing nduwe." (sudah aku cermati, perempuan cantik pasti sudah ada yang punya.)
31. "Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut. (Kalau bicara jangan terlalu manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut.)
32. "Rasah sok romantis, nek akhire mung tragis. Mending seng humoris tapi akhire manis". (Nggak perlu romantis, kalau akhirnya hanya tragis. Mending yang humoris tapi akhirnya manis.)
33. "Tresnomu koyo rumah makan padang, akeh cabange." (Cintamu seperti rumah makan padang, banyak cabangnya.)
34. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode." (Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brangkas yang butuh kode.)
35. "Aku wong ndeso ora ngerti Valentine Day, ngertiku Pak Day karo Bu Day." (Aku orang desa enggak tau Valentine Day, tahunya Pak Day dan Bu Day plesetan dari pakdhe dan budhe.)
36. "Aku bernapas kowe bernafas, mosok kene jodoh." (Aku bernapas, kamu bernafas, masak iya kita jodoh.)
37. "Makkk, atine anakmu ora kuat mak." (Ibu, hatinya anakmu tidak kuat bu.)
38. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo." (Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa.)
39. "Pacaran kui ra usah diumbar-umbar, sing penting undangan teko-teko kesebar." (Pacaran itu tidak perlu dipamerkan, yang penting tiba-tiba menyebar undangan.)
40. "Najan awakmu lemu, ning isih amot ning atiku." (Walaupun badanmu besar, masih muat kok di hatiku.)
41. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro." (Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis bikin sakit.)
42. "Jenenge pasangan, yen ora pas yo mung dadi angan." (Namanya pasangan, kalau enggak pas yang cuma jadi angan.)
43. "Sorry.. Orangnya lagi fitnes awak'e fit atine ngenes." (Maaf.. Orangnya baru fitnes. Badannya fit tapi hatinya sakit.)
44. "Ambyar, alah mboh wes kadong sayang ujunge bubar." (hancur, nggak ngerti lagi sudah terlanjur sayang tapi ujungnya putus.)
45. "Ketan, ketemu mantan pas aku gowo gebetan." (Ketan, bertemu mantan pas aku membawa gebetan.)
46. "Pantesan awakku ora lemu-lemu. Sing tak pangan harapan palsu." (Pantas saja badanku tidak gendut-gendut. Yang aku makan harapan palsu.)
47. "Untung atiku iki digawe karo Gusti Allah. Nek gawean menungso wes remuk ket wingi." (Untung hatiku ini dibuat oleh Gusti Allah. Kalau buatan manusia sudah hancur dari kemarin.)
48. "Ora perlu selamat pagi, lek ujung-ujunge selamat tinggal." (tidak perlu ucapkan selamat pagi, jika ujung-ujungnya selamat tinggal.)
49. "Tetese grimis karo tetese tangisanmu, iseh jeru tetesen banyu motone wong tuoku."(Tetesan gerimis sama tetesan tangismu, lebih dalam tetesan air mata orangtuaku.)
50. "Jaremu lungo tuku sego, lha muleh malah gowo lanangane tonggo." (Katanya pergi beli nasi, lha pulang malah bawa pasangannya tetangga.)
51. "Yen pancen tresno kudune dijogo ora malah ditinggal gendakan karo wong liyo." (Kalau memang cinta harus dijaga jangan malah ditinggal pacaran sama orang lain.)
52. "Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luweh apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen." (Move on itu bukan berusaha melupakan, tapi mengiklaskan dan berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik lagi daripada yang dahulu.)
Komentar
Posting Komentar