Kata-kata status lucu bahasa Jawa, cocok buat medsos
Kata-kata status lucu bahasa Jawa, cocok buat medsos.
Source : Brilio.net
foto: 1cak.com
Kamu bisa memilih kata lucu sesuai kebutuhan. Bisa tentang cinta, sahabat, pekerjaan, keluarga, atau yang lain.
56. "Kesel Ya Allah pengen dadi power renjes pisan wae."
(Capek Ya Allah pengen jadi power ranger sekali aja)
57. "Nek wes kekeselen ngene iki, kesandung watu we sing tak salahne watune."
(Kalau sudah capek seperti ini, tersandung batu aja yang aku salahin batunya)
58. "Elek-elekan ngene, ibukmu senengane kangen aku mangsane."
(Jelek-jelek gini, ibukmu sering kangen sama aku loh)
59. "Agustus lagi awalan. Wes diorak arik karo keadaan."
(Agustus masih awal. Ini udah diombang-ambingkan oleh keadaan)
60. "Sing tenang ora usah gugup, iki ki gur malem minggu ora malem pertama."
(Yang tenang nggak usah gugup, ini cuma malam minggu bukan malam pertama)
61. "Wong ki yo ngingeti ngisor barang. Ojo Ndangak ae, nek kelilipen kapok."
(Orang itu harus lihat ke bawah. Jangan ke atas terus, kalau kemasukan debu baru tahu rasa)
62. "Kuat lakoni, ora kuat tinggal ngopi."
(Kuat dilakukan, kalau tidak kuat ditinggal ngopi)
63. "Masalah wedokan iku gampang, penting iso nyaur utang sek."
(Masalah perempuan itu mudah, yang penting bisa membayar hutang dulu)
64. "Aku pancen sengojo ora adus, ben kethok alami."
(Aku memang sengaja enggak mandi, biar kelihatan alami)
65. "Aku mung iso maca buku, durung iso maca atimu."
(Aku hanya bisa membaca buku, belum bisa membaca hatimu)
66. "Ojo mung ngopi, sekali sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi sepet mbarang."
(Jangan hanya minum kopi, sekali sekali minum teh supaya kamu tahu hidup itu tidak hanya pait saja, tapi ada sepetnya juga)
67. "Tresno iku mergo ati, ra bakal owah tekane mati."
(Cinta itu datang karena hati, tidak akan berubah hingga mati)
68. "Cinta nek raenek sampeyan, paling yoo mung dadi kata tok."
(Cinta bila tidak ada kamu, mungkin cuma menjadi kata saja)
69. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan ngomong raenek wektu, berarti wonge ra ndue duwit."
(Waktu adalah uang. Kalau temanmu kamu ajak main bilangnya enggak ada waktu, berarti temanmu nggak punya uang)
70. "Raenek seng gelem urip susah, termasuk aku. Tapi nek kudu urip susah, ak siap ndandani bareng karo kowe."
(Tidak ada yang mau hidup susah, termasuk saya. Tetapi kalau tetap hidup susah, aku siap memperbaiki bersama dirimu)
71. "Pantesan awakku ora lemu-lemu. Sing tak pangan harapan palsu."
(Pantas saja badanku tidak gendut-gendut. Yang aku makan harapan palsu)
72. "Cintamu mentok neng dee'? durung ketemu tikungan wae sih jane."
(Cintamu mentok hanya dia? Hanya belum ketemu sama yang lain saja)
73. "Dadi wong ojo kaku-kaku, ndak koyo kanebo garing."
(Jadi orang jangan terlalu kaku, nanti seperti kanebo kering)
74. "Mantan kui jodoh seng masa aktife wes entek."
(Mantan itu jodoh yang masa aktifnya sudah habis)
75. "Etok-etok tegar padahal ambyar."
(Pura-pura tegar padahal hancur)
76. "Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku."
(Kalau aku lihat sorot matamu, sepertinya kamu akan meminta hutang padaku)
77. "Ndasku mumet, seng gelem ngelus ngelus yo sopo."
(Kepalaku pusing, yang mau ngelus ngelus juga siapa)
78. "Pas aku ngilang, pikirku kowe nggoleki, lakok jebul golek ganti."
(Ketika aku menghilang, aku pikir kamu bakal mencari, ternyata malah mencari ganti)
79. "Sori salah tompo, tak kiro sayang, bakno guk ngisi wektu luang."
(Maaf salah maksud, aku pikir sayang, ternyata hanya mengisi waktu luang)
80. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."
(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brangkas yang butuh kode)
81. "Tresnoku seakan kata Save."
(Cintaku seperti kata menyimpan)
82. "Risiko dadi wong keren. Mben tuku pulsa mesti dijaluki nomer."
(Risiko jadi orang keren. Setiap beli pulsa pasti dimintai nomer)
83. "Tresnomu koyo Rumah Makan Padang akeh cabange."
(Cintamu seperti rumah makan padang banyak cabangnya)
84. "Golek duit iku gampang olehe sing angel."
(Cari uang itu mudah dapatnya yang susah)
85. "Hawane wes koyo sifatmu nyang aku mas, adem."
(Hawanya udah kayak sifatmu ke aku mas, dingin)
86. "Tetep gawe mi goreng, masio omah kebak iwak sapi."
(Tetap membuat mi goreng, meskipun rumah penuh daging sapi)
87. "Tak nyenengke boss sek lagi kowe. Soale nek bose ra seneng aku ra bayaran."
(Membahagiakan bos dulu baru kamu, soalnya kalau bos nggak suka aku nggak bayaran)
88. "Di jawab sing apik-apik wae, ngko tak kek i sewu."
(Dijawab yang baik-baik aja, nanti tak kasih seribu)
89. "Sek mumet sirahe sek ajur atine kok sek disuntek bokonge?"
(Yang pusing kepalanya, yang sakit hatinya, kok yang disuntik bokongnya?)
90. "Aku sing ngekeki sajadah, gek malah dee sing berjama'ah."
(Aku yang memberi sajadah, kok malah dia yang berjamaah)
Kata-kata lucu sambat bahasa Jawa, cocok untuk status.
foto: Instagram/@koncomesem_
Dengan kata-kata sambat Bahasa Jawa dapat membuat hati lebih lega dan bisa kamu jadikan status medsos. Pilihan kata bahasa Jawa yang unik dan lucu dijamin bisa menghibur orang yang membacanya.
91. "Aku ra seneng ngrepoti kancaku ning kancaku seneng ngrepoti aku."
(Aku tak suka merepotkan temanku, tapi kok temanku suka merepotkan aku)
92. "Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi."
(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)
93. "Wong liyo do pengen rabi, aku tak pengen sugih wae."
(Orang lain ingin menikah, aku ingin kaya aja)
94. "Nganggur yen ditelateni hasile yo lumayan, lumayan gawe stres."
(Penggangguran kalau diseriusi hasilnya juga lumayan, lumayan bikin stres)
95. "Ngaku konco kok gur pengen nunut mulyo. Pas konco ciloko malah lungo."
(Mengaku teman kok cuma mau ikut hidup enak saja. Saat temannya susah, eh, malah pergi)
96. "Aku sing banting tulang yo jelas kalah karo wong sing banting lawang langsung keturutan."
(Aku yang banting tulang bakal kalah sama orang yang banting pintu langsung dituruti kemauannya)
97. "Liyane nompo THR aku tak nompo opo anane wae."
(Yang lain terima THR, aku terima apa adanya aja)
98. "Kerep nggo dolanan ning aku tetap bertahan."
(Sering dijadikan mainan tapi aku masih bertahan)
99. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding."
(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)
100. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe."
(Orang yang punya pacar itu haruslah bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang gak punya)
101. "Tresnomu koyo rumah makan padang, akeh cabange."
(Cintamu seperti rumah makan padang, banyak cabangnya)
102. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."
(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brangkas yang butuh kode)
103. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro."
(Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis bikin sakit)
104. "Urip dipaido, mati ditangisi, waras dilarani."
(Hidup dikomentarin, mati ditangisin, sehat disakitin)
105. "Pantesan awakku ora lemu-lemu. Sing tak pangan harapan palsu."
(Pantas saja badanku tidak gendut-gendut. Yang aku makan harapan palsu)
106. "Atose watu akik isih kalah karo atose omongan tonggo."
(Kerasnya batu akik masih kalah dengan kerasnya omongan tetangga)
107. "Guyon ki mbok ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan."
(Bercanda itu jangan kelewatan. Kalau kelewatan, nanti putar baliknya jauh)
108. "Adewe ki mati-matian dinggo konco. Lah konco mati-matian dinggo mateni adewe."
(Kita itu mati-matian buat teman, lah teman mati-matian buat matiin kita)
109. "Nek dee ngadoh ra mesti dee sengit, iso wae dee meh ngentut."
(Ketika dia mulai menjauh, bukan berarti dia benci, siapa tahu dia akan kentut)
110. "Aku ning kene mbok sepeleke, ra tau gatekne aku sing merjuangke."
(Aku di sini kamu sepelekan, tidak pernah memperhatikan aku yang memperjuangkan)
111. "Saiki ngene wae, kowe dadi yangku opo aku sing dadi yangmu?"
(Sekarang gini aja, aku yang jadi pacarmu atau kamu yang jadi pacarku)
112. "Ngomong tok yo gampang, sing angel iku wahing karo melek."
(Ngomong aja gampang, yang susah itu bersin sambil membuka mata)
113. "Liyane positif Covid-19, aku malah positif ra duwe duet."
(Yang lain positif Covid-19, aku malah positif nggak punya uang)
114. "Adus we aras-arasen opo meneh ngejar kowe, jan aku ra sudi."
(Mandi aja malas, apalagi mengejar kamu, sungguh aku tak mau)
115. "Rupane ora sepiro, entuke nglarani ora kiro-kiro."
(Wajahnya nggak seberapa, nyakitinnya nggak kira-kira)
Komentar
Posting Komentar